SHARE

Sebagian besar dari kita, tentunya memiliki akun di social media, terutama facebook. Jarang sekali orang sekarang ini yang tidak memiliki akun facebook.

Nah, kalau kita punya akun facebook, mungkin kita sering melihat orang yang bercerita panjang, atau mungkin kita sendiri yang membuat cerita panjang, atau status yang panjang.

Misalnya, lebih dari 20 kata, atau lebih dari satu alinea. Pasti pernah melihat kan?

Status panjang ini, bukan hanya di facebook saja, namun di path juga.

Dua media sosial ini memang memberikan fasilitas menulis status yang panjang. Saya tidak tahu persis, berapa karakter yang dibatasi.

Oke pertanyaannya adalah : Pilih Nulis Status yang panjang di media sosial atau nge-blog? Ini pertanyaan menarik.

Dalam kacamata pribadi saya, saya sih lebih senang nge-blog, dibandingkan dengan menulis status panjang di facebook.

Pertama, kalau kita menulis status panjang di facebook, kasihan teman kita, Dia harus scroll beberapa kali, untuk melihat timeline facebook, sebelum dia menemukan postingan yang lain.

Postingan kita yang panjang, akan mungkin memenuhi satu layar ponsel atau tablet orang lain. Apalagi kalau sampai curhat panjang lebar di postingan facebook. Rempong kan?

Kedua, kalau status kita yang panjang itu sudah dikomentari, nanti akan semacam terpotong gitu. Untuk membacanya, kita harus mentap, klik yang bertuliskan “continue reading” atau “see more”. Akhirnya, tidak terbaca sama orang kan kalau dia malas tap atau klik di “see more” itu? Ya kecuali orang itu Kepo.

Ketiga, kalau postingan di facebook itu, lama kelamaan akan makin turun ke bawah. Apalagi kalau postingan itu akan kalah dengan postingan orang lain. Lama kelamaan akan tidak muncul di timeline.

Kalau orang mau melihat postingan itu, dia harus ke profile page facebook kita. Dan dia harus scroll ke bawah kan? Kalau postingan kita yang ngalay sih, ya nggak apa-apa.

Tapi kalau misalnya postingan kita berguna? Dia mau search jadi repot kan?

Postingan kita di facebook pun, biasanya niiih, biasayaaaa… sulit dicari di google. Dan kalaupun ada linknya di pencarian di google, orang belum tentu bisa melihat. Apalagi kalau setting privacynya postingan kita tidak bisa dilihat orang lain selain teman kita.

Kalau kita ngeblog, ada satu kelebihan. Blog memang fasilitas untuk kita curhat, cerita apapun, beropini apapun secara panjang lebar. Bebas sob! Mau tulis dua alinea, sampai 100 alinea pun bebas!!

Di blog kita, orang tidak akan melihat postingan orang lain, selain postingan kita di blog. Karena blog memang khusus postingan kita aja. Mau foto, video ataupun artikel ya hanya postingan kita aja.

Kalau kita menulis panjang lebar, di blog kita, orang sudah tahu, konsekuensi membaca blog adalah melihat tulisan yang panjang.

APa yang kita posting di blog, juga bisa disearch orang di google lho. Dan dia tidak perlu repot-repot harus berteman dengan kita untuk melihat blog kita. Cukup klik link dan muncullah blog kita.

Blog lama kita memang lama kelamaan akan tergusur oleh blog yang baru. Tapi, dengan fasilitas search yang ada di blog, orang akan mudah mencari postingan kita. APalagi kalau kita mau memberikan “tag” bagi postingan kita di Blog.

Dan yang pasti, ada satu hal yang bermanfaat. Blog kita kalau banyak dibaca orang, dan blog kita jadi top, bisa menghasilkan uang.

Orang mau memasang iklan di blog kita. Atau bisa pasang iklan google di blog kita. Kita juga bisa dapat undangan jalan-jalan gratis karena rajin menulis travel blog.

Kita juga bisa mendapatkan undangan untuk icip-icip makanan kalau kita rajing posting food blog.

Cerita curhatan kita yang panjang di blog juga satu saat bisa dilirik menjadi script ftv atau mungkin film.

Di facebook? Belum tentu bisa seperti itu.

Jadi, daripada cerita panjang di postingan facebook, mendingan nge-blog atau blogging aja lah!

Blog bisa gratis dan berbayar. Tinggal maunya kita gimana. Dan ini sudah saya tuliskan di blog saya yang lain. Silakan search yaaa…..

SHARE
Previous articleHalte Transjakarta Monas Nan Asri
Next articleTas Kumal yang Bikin Galau dan Cemas

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga.
Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply