SHARE

Yes! Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 jam dengan menggunakan kereta Gajayana, dari Gambir ke Stasiun Malang, saya dan rombongan tim Home Service Jakarta Utara akhirnya tiba.

Kami langsung menuju ke bus yang sudah disiapkan. Sesuai agenda, kami akan menuju ke sebuah restoran yang berada di kota Batu. 

Di Restoran ini tersedia tempat mandi atau sekedar cuci muka. Kami memang belum Check in ke hotel karena belum waktunya Check In. Jadi kami bersih-bersih diri di Restoran ini, sekalian makan siang.

Ketika dalam bus, oleh tour guide memang sudah diberitahu bahwa akan mengunjungi Jatim Park II. Ada Batu Secret Zoo dan Museum Satwa, setelah makan siang.

Seusai makan siang, saya dan rombongan kurang lebih 60 orang langsung menuju ke Jatim Park II. Dari tempat kami makan, lokasinya tidak berjauhan. Hanya sekitar 10 menit saja.

Jatim Park II ini, untuk masuk, agak menanjak dari jalan raya. Bus yang kami tumpangi tidak mengalami kesulitan. Kami turun di depan Museum Satwa.

Museum Satwa ini tampilan di depannya seperti gedung Yunani jaman dahulu. Ada tangga untuk menapak sebelum mencapai gedung museum satwa ini.

Tim Home Service Jakarta Utara pun berfoto bersama. Saya dan Bang Benny dari NCC memisakan diri. Kami memang bukan tim dari Telkom. Cuma undangan khusus saja.

Tapi, kami juga foto-foto di depan Batu Zoo Park. Lokasinya bersebelahan dengan Museum Satwa. Sayang kalau momen ini dilewatkan. Kesempatan berkunjung sudah pasti akan langka. Apalagi ini diajak.

Usai foto-foto, saya dan rombongan masuk ke Batu Secret Zoo. Tidak perlu membayar karena panitia sudah menyiapkan tiket. Yang pasti, kami mendapatkan tiket terusan. Bisa ke Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. 

Masuk ke dalam Zoo, kami dipakaikan gelang kertas khusus. Bukan distempel di tangan. Sudah Zaman Now memang. Di gelang tersebut ada barcode yang discan.

Setelah gelang dipasang, saya dan teman langsung masuk ke Batu Secret Zoo.

Kesan pertama yang saya dapatkan dari kebun binatang ini adalah tertata rapi. Well managed. Tempat sangat bagus dan hewan sangat terawat.

Bagian pertama yang saya dan rombongam lihat adalah berbagai jenis primata dan burung. Ada juga giant cat seperti jaguar.

Saya dan bang Benny serta rombongan yang berjalan terkadang merasa pegal karena berjalan kaki. Namun pengelola kebun binatang ini menyediakan kursi untuk beristirahat.

Jadi, kalau pegal atau capek, bisa istirahat dan duduk duduk. 

Saya bahkan, sempat berfoto dengan burung di Batu Secret Zoo ini. Tentunya kena biaya. Hanya 5.000 per ekor burung. Karena saya berfoto dengan dua ekor burung, saya membayar Rp 10.000.
Setelah bagian primata dan sejumlah burung, saya sempat beristirahat menikmati segelas teh manis panas dan tahu isi.

Perjalanan kemudian berlanjut ke bagian aquarium dan reptil. Di bagian ini bisa melihat ular dan beberapa jenis ikan dan belut. Dan uniknya lagi kita bisa berfoto seakan-akan kita berada dalam akuarium. Kreatif juga pengelola ini.

Saya pikir, kebun binatang sudah selesai. Ternyata tidak. Saya bisa melihat kucing-kucing berukuran besar seperti jaguar dan lynx. Wah keren-keren sekali.
Setelah bertemu dengan kucing-kucing raksasa ini, petualangan belum usai. Kami memasuki bagian Savannah. Hewan yang dipamerkan disini seperti Zebra dan Antelop. 

Saya melewati sebuah koridor kaca yang memisahkan dua kerangkeng hewan zebra dan beberapa jenis rusa. Saya akhirnya sadar, Zebra ini ternyata sangat besar. Begitupun hewan lainnya.

Usai savannah ini, pengunjung akan menemukan berbagai arena bermain keluarga bernama fantasy land. Ada beragam mainan untuk anak dan bahkan ada waterparknya.

Saya kemudian berpikir. Ini sudah bagian akhir dari kebun binatang. Ternyata pikiran saya salah. Masih ada namanya river section. Ada bahtera nuh nya segala dan bisa berpetualang dengan perahu. Ampun deh.

Oh iya, saya juga melihay hewan seperti jerapah dan beruang coklat serta beruang madu.

Setelah River Section, kita akan menyaksikan dua jenis hewan yaitu macan dan singa. Ada macan atau harimau sumatera, gold tiger dan white tiger. Kita bisa melihat secara dekat meskipun dibatasi dengan kaca.

Saya dan bang Benny mulai merasa seperti frustrasi. Soalnya kok seperti tiada ujungnya. Tapi ternyata, sesi melihat singa dan macan ini adalah ujung dari Batu Secret Zoo.

Setelah melihat berbagai jenis macan dan singa dengan beragam penjelasannya, kami menemukan pintu keluar. Sudah selesai? Belum!

Masih ada Museum Satwa. Dan bersambung di blog berikutnya ya.

SHARE
Previous articleSetelah (Hampir) Empat Tahun, Akhirnya ke Malang Lagi
Next articleBromo (Sekali) Lagi
Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply