SHARE

Saya ini tergolong orang yang boros. Kalau pegang duit, baik banyak maupun sedikit, yang ada di otak, hanya menghabiskannya. Peduli setan mau ada uang atau tidak. Intinya, saya ini tidak bisa mengelola uang.

Namun, setahun belakangan ini, saya mulai belajar mengelola keuangan. Terutama untuk kebutuhan utama. Tapi, apa yang saya lakukan ini belum lebih baik.

Sampai saya mendapatkan kesempatan, melalui jenius, salah satu produk finansial atau perbankan melalui aplikasi di ponsel. Saya diundang untuk belajar mengelola keuangan. Dimana belajarnya, di salah satu cafe, The Goods Cafe di Mall Kelapa Gading (MKG).

Tim dari QM Financial, yang memberikan ilmu kepada saya mengenai pengelolaan keuangan ini. Ketika saya sampai, saya sudah diberikan sebuah formulir untuk diisi. Sembari mengisi, saya juga diajak berdiskusi bersama kelompok saya. Ada Ria, Medi dan tim QM Financial. Duh mbak maafkan saya lupa namanya.

Setelah mengisi formulir, kami kemudian diberikan materi soal pengelolaan keuangan. Dan juga mengisi sebuah form mengenai arus keuangan. Wah ini baru pertama saya lakukan.

Setelah mengisi form ini, saya kemudian diminta kembali membuat persentase arus keuangan dibandingkan pendapatan saya tersebut dalam sebuah formulir baru. Setelah mengisi kemudian diberikan pengetahuan baru mengenai proporsi atau persentase yang benar. Misalnya untuk pengeluaran rutin itu seharusnya maksimal 40 persen dari pendapatan dan menabung sebaiknya berapa persen dan seterusnya.

Bagi saya ini tentulah pengalaman ataupun ilmu baru. Saya termasuk orang yang tidak mencatat pengeluaran, namun hanya mengingat apa saja pengeluaran saya.

Setelah mengikuti workshop ini, saya akhirnya bisa belajar. Makasih ya jenius dan QM Financial sudah memberikan pencerahan.

Leave a Reply