close
Cerita

Banjir, Motor Mogok dan Ditolongin Petugas Sudin Gulkarmat Jakut

banjir 1

Malam Minggu seperti biasa, nggak mungkin saya hanya berdiam diri di kosan saya. Apalagi kamar terasa sangat gerah. Lebih baik jalan-jalan saja.

Meskipun waktu menunjukkan sudah hampir jam 8 malam, saya tetap berangkat ke Mall. Saya pilih ke Mall of Indonesia, alias MOI. Sampai di MOI saya jalan-jalan sampai jam 10 kurang 15 menit.

Keluar dari Parkiran Motor, ternyata cuaca hujan. Karena bawa jas hujan, saya pakai. Saya mau balik kosan saja. Sampai di Jalan Yos Sudarso, saya lihat ke arah Tanjung Priok macet. Saya berpikir lewat Sunter saja. Kawasan Astra.

Lewat jalur belakang seperti biasa saja.

Cuaca masih tetap hujan. Dan beberapa spot saya menemukan genangan air. Tapi motor dapat melintas. Aman deh.

Masuk kawasan Gaya Motor, sudah banjir. Motor saya paksa melintas. Di sinilah kejadian apesnya!

Di persimpangan dekat arah Dunex, banjirnya cukup tinggi. Saya paksa lewat dan apesnya ada mobil melintas di sebelah motor saya dan menyebabkan gelombang air. Motor langsung mogok.

Karena mesin mati, saya memaksa mendorong motor. Lumayan berat dan harus menerjang banjir. Lumayan melelahkan. Sampai di depan  Pos Pemadam Kebakaran Tanjung Priok, saya mampir. Petugasnya mempersilahkan saya untuk mampir.

 

“Silakan pak!” Kata petugasnya.

Saya pun mampir untuk beristirahat. Ketika beristirahat, saya mengambil foto dan mempostingnya di twitter. Tidak lupa saya mention akun TMC Polda Metro Jaya dan Radio Elshinta.

Radil Elshinta kemudan mengirimkan pesan untuk menanyakan nomor ponsel saya untuk dihubungi. Mau siaran langsung lewat radio. Usai saya memberikan nomor ponsel saya, limat menit kemudian saya dihubungi untuk siaran langsung.

Berselang setengah jam kemudian, air sudah mulai surut. Saya berusaha menghidupkan sepeda motor saya. Entah berapa kali saya berupaya untuk menghidupkan sepeda motor dan gagal terus.

Sampai akhirnya saya menyerah dan mau pulang. Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelaamtan kemudian menawarkan untuk membantu menghidupkan motor. Mereka akan membantu membersihkan busi karena sepengetahuan mereka, kondisi seperti ini karena busi kemasukan air.

Kami pun berusaha membersihkan busi. Mencabutnya saja sudah sangat susah. Dengan penuh perjuangan, akhirnya busi bisa dicabut dan dibersihkan. Usai itu? Motor langsung nyala.

Yeaaaay!

Motor pun saya panaskan! Dan saya sempat menyiapkan uang untuk diberikan kepada petugas pemadam kebakaran.Tapi ketika saya mau memberikan, petugas yang membantu saya menolaknya.

Tulus sekali ya mau membantu saya. Dan setelah air makin surut, saya pun kembali ke kosan. Meskipun motor masih “berebetan”, saya bisa pulang kosan.

Hari yang melelahkan. Dan saya masih bersyukur tidak perlu mendorong motor sampai kosan. Makasih banget petugas yang sudah membantu saya. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian.

 

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: