close
Cerita

Ananda Sukarlan Mengumpulkan Alat Musik Bekas Layak Pakai untuk Dipakai Belajar

Ananda Sukarlan 2

Di blog atau tulisan saya sebelumnya, saya sudah menceritakan bahwa saya janjian bertemu dengan salah satu pianis, Mas Ananda Sukarlan. Saya ingin bertemu dengannya karena ingin menuliskan di blog saya, tentang aktifitas yang dia lakukan.

Mas Ananda, di Ananda Sukarlan Center, memberikan pelatihan musik secara gratis. Tapi, bukan di situ intinya. Mas Ananda berkisah, bahwa melalui pelatihan musik ini, dia ingin mengajarkan keberagaman kepada anak-anak ini.

Alat-alatnya pun dipinjamkan kepada anak-anak ini. Untuk berlatih juga mereka ada gurunya. Mas Ananda mengatakan juga, guru yang melatih mereka ini juga dibayarkan. “Mereka profesional lah,” kata Mas Ananda.

Kemudian timbul pertanyaan saya. Kalau les secara gratis, bagaimana mendapatkan peralatan dan menggaji guru mereka?

Untuk peralatan, Mas Ananda bercerita, mereka tidak perlu membelinya. Ada beberapa donatur yang memberikan peralatan seperti biola. Biola ini tidak harus baru, tapi yang penting masih bisa digunakan atau layak pakai. Kalau misalnya ada kerusakan minor atau kecil, pihak Ananda Sukarlan akan memperbaikinya.

Begitu juga dengan peralatan lainnya seperti gitar. Mas Ananda mengatakan Ananda Sukarlan Center akan dengan senang hati menerima alat musik yang sudah jarang atau bahkan tidak digunakan, untuk nanti akan dipakai sebagai media pembelajaran anak-anak ini.

“Kalau senar gitarnya sudah putus, tidak apa-apa, biar kami yang menggantinya. Begitu juga kalau ada kerusakan kecil yang bisa kami perbaiki,” tutur Mas Ananda.

Untuk pendanaan biaya operasional, lanjut Mas Ananda, juga ada bantuan dari beberapa pihak. “Sudah pasti ada funder nya,” kata Mas Ananda.

Dana juga didapatkan ketika Ananda Sukarlan menggelar konser ataupun mini konser. Yang mengundang mas Ananda untuk menggelar konser nantinya akan membayar. Dan Mas Ananda juga nantinya akan meminta kepada pihak yang akan menggelar konser untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang kurang mampu dan berlatih alat musik untuk tampil.

“Setiap tahun pasti akan ada konser yang akan menampilkan mereka”

Mas Ananda 12 Agustus nanti, diminta oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J Habibie untuk membuat konser. Saya sih sudah pasti sangat antusias. Tapi, saya diundang nggak ya? Hahaha.

Apa yang saya lihat dari Mas Ananda ini adalah perhatiannya kepada keberagaman. Anak-anak diberikan pelatihan musik untuk membuka cakrawala dunia mereka. Mereka bisa melihat keberagaman dan melalui musik inilah mereka akan mengenal keberagaman.

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: