close
Bapontar

Ada Jakarta Market Fest di Pasar Santa

IMG_20180825_123431

Di Ibukota Jakarta, dan juga Palembang, selama sepekan terakhir dan pekan mendatang, disibukkan dan diramaikan dengan perhelatan terbesar di Asia yang bernama Asian Games 2018. Semua perhatian tertuju ke event ini dan berbagai event pendukungnya.

Meski begitu, teryata di Jakarta, ada sebuah event yang bisa saya katakan menarik dan unik, yang tidak bisa kita lewatkan. Saya mengetahui event ini, dari media sosial. Nama event ini, Jakarta Market Festival. Namanya saja sudah unyu unyu kan? Nah penyelenggaraannya di mana?

Masih pada ingat pasar Santa di Jakarta Selatan yang sempat hits bingits dan menjadi tempat nongkrong para anak muda? Setelah sempat hits, Pasar Santa ini, memang meredup. Mulai jarang diperbincangkan atau menjadi bahan postingan di Media Sosial, terutama instagram.

Jakarta Market Fest ini, digelar di Pasar Santa ini. Saya yang masuk pasar Santa dari depan, langsung menemukan tenda-tenda yang berjejer. Namanya Market Fest ini sudah pasti banyak tenda-tendanya dong. Tenda ini merupakan booth.

Seusai memarkir motor, saya langsung berjalan kaki. Tidak jauh dari tempat saya memarkir sepeda motor saya. Memasuki lokasi event ini, saya melihat semacam photobooth atau photo backdrop. Kita bisa berfoto-foto karena memang bertuliskan nama event.

Masuk area, saya bertemu dengan The Warna yang menjual sepatu dan tas serta dompet. Di bagian plang nama penjual, di sampingnya ada tanda Wirausaha Muda Mandiri. Saya pun bertanya ke tiga pemuda yang berjualan, apakah mereka bagian dari Wirausaha Muda Mandiri ini, dan mereka kompak menjawab iya. Dan ternyata mereka sudah lima tahun.

Di samping The Warna ada yang menjual kopi. Mereka juga bagian dari Wirausaha Muda Mandiri. Kepanjangan ya nulisnya? Saya singkat dengan WMM saja lah. Kopi yang dijual di booth ini, ada yang kopi celup. Wait? What? Baru tahu saya kalau ada kopi celup.

Penjual kopi ini berasal dari Jember, Jawa Timur. Wah cukup jauh juga ya datangnya. Selain kopi celup, mereka juga menjual kopi bubuk. Selain dua booth ini, ada juga dari Wira Usaha Mandiri yang jualan. Ada yang jualan produk minuman dalam botol dan camilan atau kudapan.

Ada delapan tenda khusus Wirausaha Muda Mandiri. Di jejeran tenda ini, ada juga booth Bank Mandiri. Di booth bank Mandiri ini, kita bisa tanya-tanya soal produk Bank Mandiri. Bahkan kita bisa menukar fiesta point.

Yang paling menarik apa dong di booth Bank Mandiri? Di booth Bank Mandiri ini kita bisa membeli e-money edisi Asian Games 2018. Ada empat jenis e-money yang dijual dengan gambar maskot Asian Games 2018. Ada Kaka, Bhin bhin, Atung dan gambar ketiganya.Untuk ini dijual Rp 60.000. Harga pasaran e-money Bank Mandiri.

Selain booth dari WMM ini, ada juga booth yang menjual makanan dan minuman. Mulai dari burger hingga nasi lemak dan makanan seperti pempek, pecel dan lainnya. Ada juga es cendol dan es doger yang berbeda. Gerobaknya saja sudah berbeda. Sudah pasti es doger ini special edition ya. Dan di booth es doger ini ada plang WMM juga. Berarti bagian dari WMM dong.

Kalau kita ingin makan, tak perlu repot. Ada juga disediakan meja dan kursi yang menyatu seperti meja piknik yang menyebar. Yang unik adalah yang di bagian tengah yang ada karpet rumput buatan dan hiasan payung di atasnya. Duh, jadi instagenic banget ya. Bisa bersantai dan foto-foto untuk instagram. Dijamin keren deh.

Di Jakarta Market Fest ini, ada juga bajaj yang sudah dimodifikasi bagian catnya. Bajaj ini dipajang untuk kita bisa foto-foto dong ya.

Setelah puas berkeliling, dan melihat booth yang ada, saatnya menyudahi kunjungan saya. Oh iya, Jakarta Market Fest ii, digelar setiap akhir pekan saja ya, di hari Sabtu dan Minggu. Event ini sendiri akan berakhir pada 02 September nanti.

Buat kamu yang ingin jalan-jalan dan bersantai, tak ada salahnya mampir di Jakarta Market Fest ini. Mau berakhir pekan juga bisa ke sini. Jangan sampai tidak datang. Sayang banget soalnya. Oh iya, saya lupa, kalian juga bisa bertransaksi di Jakarta Market Fest ini dengan menggunakan kartu Mandiri baik Debit ataupun Kredit. Ada mesin EDC yang disediakan. Jadi nggak perlu khawatir kalau nggak bawa uang tunai. Asik kan?

Tommy Bernadus

The author Tommy Bernadus

Dilahirkan di Desa Lembean, dan besar di Desa Tontalete, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mengenyam pendidikan di SDN 1 Kema, SMPN Kauditan di Treman, SMAN Girian dan UKSW Salatiga. Seorang jurnalis, penulis dan blogger yang kadang-kadang mendisain media dan mengatur konten media.

Leave a Reply

%d bloggers like this: